Sabtu, 04 Maret 2017

Musim di Jepang Part 2

カレンダー

     Jepang adalah sebuah negara kepulauan di Asia Timur. Letaknya di ujung barat Samudra Pasifik, di sebelah timur Laut Jepang, dan bertetangga dengan Republik Rakyat Cina, Korea Utara, Korea Selatan, dan Rusia. Pulau-pulau paling utara berada di Laut Okhotsk dan wilayah paling selatan berupa kelompok pulau-pulau kecil di Laut Cina Timur, tepatnya di sebelah selatan Okinawa yang bertetangga dengan Taiwan.

      Jepang merupakan negara yang dijuluki Negara Matahari Terbit dan Negeri Sakura. Dikatakan demikian karena di Jepang mayoritas penduduknya beragama Shintou yang menyembah matahari sehingga disebut Negara Matahari Terbit. Sedangkan julukan Negeri Sakura diberikan karena banyak bunga sakura yang tumbuh di tanah Jepang. Bahkan untuk menyambut musim semi (haru), orang Jepang mempunyai suatu tradisi yang biasa disebut hanami (perayaan melihat bunga sakura) sebagai simbol kebahagiaan karena datangnya musim semi.

      Hal tersebut di atas menunjukkan bahwa setiap budaya di Jepang memiliki arti atau makna tersendiri. Berbagai budaya tersebut juga dibedakan berdasarkan musim yang ada disana. Dalam makalah ini penulis akan membahas mengenai beberapa hari penting yang berlangsung pada musim dingin (fuyu), diantaranya: Saimatsu, Ganjitsu, Setsubun, dan Ume Matsuri.

Saimatsu ( 歳末 )
    Tanggal 28 Desember merupakan hari terakhir para pegawai kantor masuk kerja, sebagai persiapan untuk membersihkan rumah untuk  mengakhiri tahun dan menyambut tahun baru, yang biasanya disebut “Osouji”. Hidangan khusus akhir tahun disebut kue nasi atau “Kagami Mochi” yang dicampur dengan sup yang bisa dipesan di restoran.

    Salah satu tradisi yang diadakan beberapa perkumpulan organisasi di Jepang disebut “Bonenkai” yang berarti “pesta untuk melupakan tahun lama”. Untuk mensukseskan acara Bonenkai ini, biasanya satu orang akan ditunjuk menjadi “Kanji” (koordinator) yang bertugas mengkoordinasi acara, melakukan pemesanan tempat dan menghubungi orang-orang yang akan berpartisipasi dalam acara tersebut. Biasanya jauh hari sebelumnya, beberapa restoran ataupun hotel sudah penuh terpesan oleh beberapa kelompok yang ingin merayakan Bonenkai.

    Acara ini diawali dengan “Kanpai” atau minum bersama yang kemudian dilanjutkan dengan makan-makan, berkaraoke, atau minum-minum sampai mabuk hingga larut malam. Berusaha melupakan hal-hal yang tidak menyenangkan selama menjalani kerja satu tahun sebelumnya.

Ganjitsu ( 元日 )
    Tanggal 1 Januari disebut “Ganjitsu” yang artinya “hari pertama”, sedangkan pagi hari 1 Januari disebut “Gantan” yang artinya “pagi pertama”. Perayaan tahun baru ini sendiri berlangsung selama 3 hari berturut-turut yang disebut “Sanganichi”. Tahun baru adalah even tahunan yang paling penting dan terperinci di Jepang.

kagami mochi
   Sebelum tahun baru, biasanya dilakukan kegiatan bersih-bersih rumah yang disebut “Osouji”. Setelah osouji selesai dilakukan, barulah kemudian dipasang berbagai hiasan, diantaranya “Shimenawa” yaitu hiasan yang digantung di depan rumah yang terbuat dari jerami yang diplintir sedemikian rupa membentuk bulatan yang dipadu dengan daun cemara yang kemudian dipasang di depan rumah. Hiasan lainnya yaitu “Kagami Mochi” yang dibuat dengan cara menyusun dua buah mochi berbentuk bundar  ditambah sebuah jeruk di atasnya sebagai hiasan.

kadomatsu
   Selain itu, biasanya di depan pintu rumah akan terpasang hiasan “Kadomatsu”. Kadomatsu merupakan kombinasi dari pohon cemara, pohon yang berdaun hijau, dan bambu, sehingga memunculkan kekuatan dari masing-masing benda tersebut. Hal ini menunjukkan harapan dan keinginan untuk hidup sehat dan panjang umur. Bukan hanya di rumah, tetapi hotel, departement store, dan kantor-kantor  juga memasang Kadomatsu. Bahkan di sepanjang jalan agar memperlihatkan kebaikan di tahun baru.  Pada malam tahun baru atau yang dikenal dengan istilah “Omisoka”, orang Jepang memiliki kebiasaan pergi ke kuil untuk bersembahyang dengan mengenakan kimono (perempuan) dan hakama (laki-laki). Nantinya mereka kemudian menyantap “Toshi koshi soba” (mie daging rusa) sambil mendengarkan “Joya no kane” (lonceng tahun baru yang dibunyikan sebanyak 108 kali sebagai pertanda 108 hawa nafsu yang ada dalam diri manusia tersingkirkan.

    Di hari-hari terakhir bulan Desember, setiap orang  mengucapkan “Yoi o toshi wo” yang artinya “semoga tahun depan adalah tahun yang baik”. Sedangkan pada tanggal 1 januari ucapan yang disampaikan adalah “Akemashite Omedetou Gozaimasu” yang artinya “Selamat Tahun Baru”.

hatsumoude
   Hari-hari di awal tahun baru ditandai dengan “Hatsumoude” yaitu berupa kunjungan pertama ke kuil Shintou dan Budha untuk berdoa dan mengunjungi bagian penjualan “Omamori” (jimat keberuntungan). “Omikuji” (kertas yang berisi ramalan) yang ramalannya baik akan dibawa pulang dan jika ramalannya jelek akan diikat di ranting pohon atau di tempat yang disediakan.

     Dan layaknya perayaan pada umumnya, pada hari ini orang-orang makan makanan khas tahun baru berupa “Osechi ryouri” yaitu berbagai jenis masakan yang disimpan di dalam kotak bertingkat yang disebut “Juubako”. Osechi adalah sebutan untuk masakan istimewa yang dimakan di hari tahun baru. Osechi dipilih karena warna keberuntungan, bentuk atau nama yang menarik dengan harapan untuk mendapatkan keberuntungan dalam berbagai segi kehidupan selama tahun baru. Sup zouni dan kuah dashi yang berisi mochi dan sayuran merupakan salah satu masakan osechi. Minumannya disebut “Amasake” (sake manis).

    Acara menumbuk mochi yang disebut “Mochi tsuki” merupakan salah satu tradisi menjelang tahun baru. Ketan yang sudah ditanak, dimasukkan ke dalam lesung untuk kemudian ditumbuk dengan alu. Satu orang bertugas menumbuk, sedangkan seorang lagi bertugas membolak-balik ketan dengan tangan yang sudah dibasahi dengan air. Beras ketan ditumbuk hingga lengket dan membentuk gumpalan besar mochi berwarna putih.

    Selain itu, orang Jepang mempunyai tradisi berkiriman kartu pos ucapan selamat tahun baru yang disebut “Nengajou” yang tiba persis tanggal 1 Januari. Nengajou ini dijamin sampai ke alamat yang dituju tepat tanggal 1 januari asalkan dikirim tidak melewati jangka waktu penerimaan yang ditetapkan kantor pos. Penerimaan nengajou biasanya dimulai pertengahan Desember hingga beberapa hari terakhir sebelum penutupan tahun. Kantor pos membutuhkan pegawai ekstra yang direkrut dari kalangan pelajar, agar semua kartu bisa disampaikan tanggal 1 Januari.

    Sebagai penghormatan terhadap orang yang meninggal, anggota keluarga yang baru ditinggalkan tidak merayakan tahun baru dan tidak mengirim nengajou. Sebagai gantinya, anggota keluarga yang baru ditimpa musibah mengirim kartu pos berisi pemberitahuan tidak bisa mengirim kartu pos ucapan tahun baru.

    Setiap tahunnya, kantor pos di Jepang memiliki tradisi mencetak kartu pos dengan tema yang berbeda-beda. Kartu pos dihiasi dengan lukisan tempat terkenal di Jepang dan gambar binatang shio untuk tahun yang baru. Kartu pos yang diterbitkan kantor pos juga memiliki nomor undian yang diundi di awal tahun. Penerima kartu pos yang beruntung bisa memenangkan hadiah berupa barang.

    Di Jepang, ada tim Special New Years Mail atau Nen Gatoku Betsuyuubin yang diresmikan tahun 1899 di Era Meiji dan masih ada sampai sekarang, walaupun tim ini sempat diskors sementara setelah Perang Dunia II. Kurang lebih ada 4 juta kartu ucapan yang dikirim setiap awal tahun. Akan tetapi, karena perkembangan jaman, kartu ucapan tahun baru biasanya dikirim lewat internet. 

    Meski demikian, banyak orang Jepang yang masih memilih untuk menggunakan kartu ucapan yang ditulis sendiri dengan berbagai pesan dan ucapan. Gambar binatang atau kalimat ucapan standar bisa ditambahkan dengan menggunakan stempel karet beraneka warna yang dijual di toko buku atau stempel yang disediakan di kantor pos. Nengajou sering digunakan untuk memamerkan kemampuan menulis indah bagi pengirim yang pandai menulis kaligrafi.

otoshidama
   Orang Jepang juga mempunyai tradisi memberikan angpao yang dikenal dengan sebutan “Otoshidama”. Sewaktu memberikan otoshidama untuk anak-anak, sejumlah uang kertas yang masih baru atau uang logam dimasukkan ke amplop kecil bernama “Pochibukuro” yang berhiaskan aneka gambar kesukaan anak-anak. Otoshidama sangat ditunggu-tunggu anak-anak di Jepang, terutama bila memiliki paman atau bibi yang murah hati.

hanetsuki
   Perayaan tahun baru juga dimeriahkan dengan menulis aksara kanji pertama untuk tahun tersebut. Tradisi menulis aksara kanji yang dilakukan tanggal 2 Januari disebut “Kakizome” yang artinya “kaligrafi pertama”. Selain itu terdapat permainan  “fukuwarai” (meletakkan gambar-gambar wajah, seperti hidung, alis mata, dan mulut pada tempat yang tepat dengan mata tertutup), “hanetsuki” (bulutangkis tradisional), “takoage” (layang-layang), “karuta” (permainan memungut kartu), dan sebagainya.

    Penutupan perayaan tahun baru ditandai dengan memakan bubur “Nanakusa” yang terbuat dari  7 jenis sayuran dan rumput. Bubur ini dimakan tanggal 7 atau 15 Januari agar perut bisa beristirahat  setelah dipenuhi makanan tahun baru.

Setsubun ( 節分 )
    Setsubun adalah nama perayaan di Jepang untuk hari sebelum hari pertama setiap pergantian musim. Dalam satu tahun terdapat 4 kali hari pertama setiap musim (karena di Jepang ada 4 musim), yaitu risshun, rikka, risshuu, dan rittou. Istilah setsubun sekarang hanya digunakan untuk menyebut hari sebelum risshun, yang berlangsung sekitar tanggal 2 atau 3 Februari.

    Sejarah setsubun ini adalah, pada jaman kuno, perayaan setsubun adalah perayaan tahunan di istana kaisar. Berbagai macam boneka dari tanah liat yang sudah diberi warna dipajang di berbagai pintu gerbang dalam lingkungan istana. Boneka-boneka yang dibuat berbentuk seperti anak-anak sapi.

    Tradisi mengusir “Oni” (setan) di hari setsubun konon berakar dari upacara Tsuina yang sudah dikenal sejak Jaman Heian. Upacara Tsuina berasal dari daratan Tiongkok dan dilakukan di hari terakhir dalam setahun menurut Kalender Tionghoa. Di jaman modern berbagai tradisi kuno setsubun lenyap digantikan tradisi melempar kacang dan menegakkan kepala ikan sardin yang ditusuk dengan ranting pohon hiiragi di pintu masuk rumah pada saat senja di hari setsubun. Di beberapa daerah di Jepang, orang menggantung kepala ikan sardin dan ranting pohon hiiragi di atas pintu rumah. Tradisi tersebut dilakukan untuk mengusir oni (setan) yang dipercaya lahir pada hari setsubun.

    Tradisi lainnya yaitu tradisi melempar kacang. Kacang kedelai yang sudah digongseng matang dilempar-lemparkan ke arah oni. Tradisi melempar kacang merupakan perlambang keinginan bebas dari penyakit dan sehat selalu sepanjang tahun. Oni yang terkena lemparan kacang konon akan kabur karena kesakitan. Kacang kedelai nantinya juga dimakan setelah dihitung jumlahnya agar sama dengan usia orang yang memakannya.

    Setsubun merupakan perpaduan upacara mengusir arwah jahat di istana yang berasal dari Tiongkok dengan upacara “Mamemaki” (melempar kacang) yang bertujuan serupa di kuil Shinto dan Budha. Kacang yang dilemparkan biasanya adalah kacang kedelai, tapi sering diganti dengan kacang tanah sesuai dengan selera orang jaman sekarang.

    Kacang dilempar-lemparkan sambil mengucap mantera “Oni wa soto! Fuku wa uchi!” yang artinya “Setan ke luar! Keberuntungan ke dalam!”. Di beberapa daerah yang memiliki kuil dipercaya ditinggali oni, mantera dibalik menjadi “Oni wa uchi! Fuku wa soto!” yang artinya “Setan ke dalam! Keberuntungan ke luar!” atau kedua belah pihak diminta masuk ke dalam. Di rumah yang ditinggali orang yang memiliki nama keluarga dengan aksara kanji “Oni” (=jin) seperti “Onizuka” atau “Kitou”, mantera juga tidak mengusir oni untuk keluar.

    Beberapa pekan menjelang hari setsubun, toko-toko dan swalayan-swalayan mulai menjual kacang keberuntungan (fukumame) di tempat khusus yang mudah dilihat pembeli. Kacang dijual dengan hadiah topeng bergambar oni untuk dipakai ayah atau orang lain di rumah yang berperan sebagai oni, sekaligus sasaran lemparan kacang anak-anak di rumah.

    Di sekolah-sekolah dasar, dilakukan upacar melempar kacang yang dilakukan siswa berusia 12 tahun karena memiliki shio yang sama dengan shio tahun yang berjalan. Kuil Shinto dan Budha bekerjasama dengan taman kanak-kanak dan tempat penitipan anak untuk mengadakan upacara melempar kacang oleh “Chigo” (anak-anak kecil yang dirias) dan “Miko” (pelayan wanita). Kuil besar mengadakan upacara melempar kacang yang dilakukan atlet dan orang terkenal. Bungkusan kacang dilempar ke tengah-tengah khalayak ramai untuk ditangkap dan dipungut.

    Di daerah Kansai, terdapat tradisi makan sushi yang disebut “Ehoumaki” (sejenis futomaki yang belum dipotong-potong). Sushi dimakan tanpa berhenti sambil menghadap ke arah mata angin tempat bersemayamnya dewa keberuntungan untuk tahun tersebut. Sushi dipegang dengan kedua belah tangan dan orang yang sedang makan dilarang berbicara sampai sushi habis dimakan.

Ume Matsuri ( 祭り )
    Ume Matsuri adalah salah satu festival di antara banyak festival yang dilestarikan dengan baik di Jepang. Ume alias bunga plum adalah salah satu flora maskot Jepang selain bunga sakura. Kalau sakura menandai dimulainya musim semi, maka ume menjadi pertanda akhir musim dingin. Meski belum pernah sampai mendengar istilah hanami yang diasosiasikan dengan bunga selain sakura, ume tidak kalah populer dengan rekan senegaranya itu. Buktinya, begitu musim ume mekar tiba sekitar bulan Februari sampai Maret, digelar festival bunga plum di beberapa taman di seluruh Jepang.

    Plum menjadi pertanda berakhirnya musim dingin dan dimulainya musim semi. Semerbak keharuman bunganya hadir pada Februari hingga Maret. Plum bersemi sebelum sakura. Pesonanya hampir sama dengan sakura. Perbedaannya terletak pada warna dan benang sarinya. Bila sakura dilihat dari jauh agak putih, begitu didekati ternyata merah muda. Sedangkan ume jelas warnanya, ada yang merah, putih, juga merah muda.

    Ume bukanlah tanaman asli Jepang. Bunga ini berasal dari China yang dibawa ke Jepang beberapa abad silam. Kini ribuan plum menyebar ke seluruh Negeri Matahari Terbit. Banyak kuil mengadakan persembahan dengan menggelar acara khusus selama berjam-jam. Ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur. Mereka juga tidak bosan menjaga pohon plum warisan nenek moyangnya.


Fakta Tentang Yui





Sedikit Tentang YUI

Yui memulai menulis lirik lagunya sendiri sewaktu di kelas 3 SMP. Yui sangat bercita-cita menjadi penyanyi, dan pergi ke mana-mana dengan selalu membawa gitarnya. Sewaktu SMA, ia sering menyaksikan pertunjukan grup musik bianco nero di jalanan, dan memutuskan untuk berhenti sekolah. Yui mulai belajar menyanyi, menulis lagu, dan memainkan gitar di kursus musik kota Fukuoka.

Sambil bersila di atas kasur, Yui memainkan gitarnya dan menulis lagu pertama yang diberi judul "Why me". Setelah itu, ia mulai menyanyi di pinggir jalan di kawasan Tenjin, Fukuoka sebagai atraksi pembuka bagi teman satu tempat kursus musik.

Bulan Maret 2004, Yui mengikuti audisi "SD Audition" yang diadakan Sony Music Japan. Dari 20 ribu peserta hanya 10 orang yang tersisa termasuk Yui. Duduk menyilangkan kaki di lantai, Yui bernyanyi sambil memetik gitar. Lagu yang dibawakannya waktu itu sebanyak 3 buah lagu, "Why me", "It's happy line", dan "I know". Finalis hanya boleh membawakan 2 buah lagu menurut peraturan audisi, tapi juri memberikan nilai yang sangat tinggi bagi Yui. Setelah itu, berbagai perusahaan rekaman menjadi saling berebut untuk mengontraknya. Lagu pertama yang dinyanyikan, "Why Me" nantinya dijadikan single perdana, diikuti dengan "It's Happy Line" dan "I Know". Keduanya diterbitkan sebagai singel indie debutnya, "It's Happy Line" dengan lagu "I Know" di sisi B.

Sebagai penghargaan kepada kampung halamannya, Yui menulis lagu "Feel My Soul" ketika meninggalkan kampung halamannya, Fukuoka. Seorang produser dari stasiun televisi Fuji TV mendengar video klip demo lagu tersebut, dan bermaksud menjadikannya sebagai lagu tema serial drama di Fuji TV. Debut singel Yui, "Feel My Soul" yang dirilis 23 Februari 2006 dijadikan lagu tema serial drama Fukigen na Gene. Serial drama tersebut dihiasi lagu-lagu Yui, seperti "Feel My Soul" dan "It's Happy Line". Singel "Feel My Soul" laku di atas 100 ribu keping, namun 3 singel berikutnya, "Tomorrow's Way", "Life", dan "Tokyo" ternyata tidak sesukses "Feel My Soul". Setelah merilis 4 buah singel, album pertama Yui yang berjudul From Me To You dirilis bulan Februari 2006 dan laku di atas 200 ribu keping.

Sementara itu, Yui memulai karier akting dengan membintangi film berjudul Midnight Sun (Taiyou no Uta). Film tersebut diputar di Festival Film Cannes 2006 dan dirilis di Jepang pada 17 Juni 2006. Singel ke-5, "Good-bye Days" khusus ditulisnya untuk film Midnight Sun. Kepopuleran singel Yui yang sebelumnya kembali terangkat setelah singel ke-6, "I Remember You" diedarkan.

"Rolling Star" adalah singel ke-7 Yui yang dijadikan lagu pembuka seri ke-5 anime Bleach. Singel ke-3, "Life" juga dipakai sebagai lagu penutup seri ke-5 anime yang sama. Selain itu, iklan televisi ponsel KDDI layanan "au Listen Mobile Service" memakai singel ke-8 Yui, "CHE.R.RY" sebagai lagu tema.

Sementara itu, album kedua, Can't Buy My Love menduduki puncak tangga album Oricon selama 2 minggu berturut-turut, dan laku lebih dari 500.000 keping.

Singel ke-9 berjudul "My Generation/Understand" dirilis 13 Juni 2007, sekaligus merupakan singel pertama Yui yang berbentuk double A-side (dua lagu unggulan di sisi A). My Generation menjadi lagu tema untuk serial drama Seitosho-kun, dan "Understand" menjadi lagu tema film Sidecar ni Inu.

Singel ke-10, "Love & Truth", dirilis 26 September 2007, merupakan lagu tema dari film yang dibintangi oleh Erika Sawajiri, yang berjudul Closed Note.


BiOGRAPHY

Inilah biografi mengenai Yui Yoshioka atau yang kerap kali kita sebut YUI. Kebiasaan YUI sehari – hari di rumahnya ialah memandangi pemandangan Tokyo Tower lewat jendela apartmentnya. YUI juga memelihara 3 kura – kura dan sepasang ikan mas.
YUI adalah gadis yang sejak kecil bercita – cita menjadi pemusik. Ibunda YUI mengikutkan YUI kursus bermusik setelah melihat hobi YUI yang suka membuat puisi dan bernyanyi.
Selama tinggal di Fukuoka, YUI suka membuat l;agu tentang dirinya. Ia bercita – cita menjadi penyanyi terkenal suatu saat nanti.
Pada Mei 2004, YUI mencoba keahlian bermusiknya dengan mengikuti audisi yang diadakan Sony Music Japan Records. Awalnya YUI merasa gugup, namun pada saat gilirannya tampil tiba, ia dan gitar kesayangannya berduet bersama menyanyikan tembang Why Me, It’s Happy Line dan disusul I Know. Padahal, tiap peserta hanya boleh menyanyikan 2 buah lagu saja. Mamun, karena “kenakalan” YUI ini, YUIpun lolos menjadi juara.
Bersama gitarnya, YUIpun menjajali bakatnya di duna musik di Tokyo. Dan sebagai hadiah, YUI di kontrak oleh Sony untuk melahirkan beberapa album
Ternyata, keputusan YUI untuk meninggalkan sekolah dan berpindah ke dunia musik, tidaklah sia – sia. Keberhasilannya ini berawal dari jauth – bangunnya YUI memperjuangkan hidupnya.
Suatu saat, YUI mencoba memasuki dunia akting. Taiyou no Uta, adalah film yang pernah dibintangi YUI. Selama proses syuting berlangsung, YUI mengaku kesulitan melakukan beberapa adegan. Kesulitan terbesar adalah saat YUI harus memerankan peran Kaoru Amane yang ceria karena berbanding jau dengan YUI yang agak pendiam. Namun, YUI terlihat piawai memainkan perannya hari demi hari, sehingga melahirkan tembang berjudul Good-bye Day yang bercerita tentang hari – hari sebagai Kaoru Amane..
Tak heran, nama YUI semakin naik daun berkat adanya movie ini. Walau tak mengenali siapa ayah kandungnya, tak mematahkan semangat YUI untuk terus berkarya. Karena kebencian YUI terhadap sosok ayah kandungnya yang meninggalkan YUI sejak kecil,YUIpun memutuskan menolah menggunakan nama belakang keluarganya, Yoshioka.
Dengan segala usaha YUI agar bisa terkenal, ia pun memenangkan Piala Oricon Charts selama 2 minggu berturut – turut. Pada akhirnya, YUI terus berusaha memberi yang terbaik untuk para fans – fansnyadi seluruh dunia.

BIODATA 

Nama Lengkap : Yui Yoshioka
Nama Panggilan : YUI
Tempat, Tanggal Lahir : Fukuoka, 26 Maret 1987
Tinggi : 155cm
Berat : 45kg
Zodiak : Aries
Shio : Kelinci
Hobby : Badminton, Main Gitar, Membaca
Tempat Favorit : Pantai Shingu
Golongan Darah : AB
Pekerjaan : Penyanyi, Pencipta Lagu
Website Resmi : www.YUI-net.com
Tahun Aktif : 2004 – sekarang

DiscographyALBUMS :

From Me To You (2006.02.22)
Can’t Buy My Love (2007.04.04)
I Loved Yesterday (2008.04.09)
My Short Stories (2008.11.12)
Holiday In The Sun (2010.07.14)

SINGLES :

It’s Happy Line (2004.12.24) special Indie
Feel My Soul (2005.02.23)
Tomorrow’s Way (2005.06.22)
LIFE (2005.11.09)
TOKYO (2006.01.18)
Good-bye Days (2006.06.14)
I Remeber You (2006.09.28)
Rolling Star (2007.01.17)
CHE.R.RY (2007.03.07)
My Generation/Understand (2007.06.13) special double-side single
LOVE AND TRUTH (2007.09.26)
Namidairo (2008.02.27)
Summer Song (2008.07.02)
AGAIN (2009.06.03)
It’s all too much/Never say die (2009.10.07) special double-side single
GLORIA (2010.01.20)
To Mother (2010.06.02)
RAIN (2010.11.22)

It’s My Life/Your Heaven (2011.01.26) special double-side single

Yui Yoshioka

Yui Yoshioka 





YUI Yoshioka (lahir di Fukuoka, 26 Maret 1987) adalah penyanyi wanita dan pencipta lagu asal Jepang. Yui tampil bernyanyi sambil memainkan gitar, dan dua dari lagunya, "Life" dan "Rolling Star" menjadi lagu pembuka dan penutup seri ke-5 serial anime Bleach.


Yui Yoshioka itulah nama panjang dari penyanyi dan pencipta asal Jepang ini.Yui lahir di Fukuoka pada tanggal 26 Maret 1987.Yui memulai menulis lirik sendiri sejak kelas 3 SMP,Yui dari kecil bercita-cita menjadi penyanyi dan pergi kemana-mana dengan membawa gitarnya.Sewaktu SMA dia sering melihat pertunjukan Bianco Nero di jalanan,dan dia memutuskan untuk berhenti bersekolah.Lagu Pertama yang ditulis olehnya berjudul "Why Me"yang di buat diatas tempat tidurnya.



Pada bulan Maret Yui mengikuti audisi "SD Audition" yang diadakan Sony Music Japan. Dari 20 ribu peserta hanya 10 orang yang tersisa termasuk Yui.Lagu yang dibawakannya waktu itu sebanyak 3 buah lagu, "Why me", "It's happy line", dan "I know".juri memberi nilai yang sangat tinggi ke Yui setelah itu banyak perusahaan rekaman yang berebut mengkontraknya.
 Yui membuat lagu "Feel My Soul"untuk memberi penghargaan kepada kampung halamannya,karena dia akan pergi dari tempat tersebut yaitu Fukuoka.Lagu "Fell My soul" ini laku 100 ribu keping,namun 3 lagu setelahnya yaitu "Tomorrow's Way", "Life", dan "Tokyo",tidak laku keras,setelah 4 singel itu,dirilis lah album pertama Yui yang bejudul "From Me To You" pada bvulan Februari 2006 dan laku 200 ribu keping.
 Kepopuleran Yui terangkat lagi setelah mengeluarkan singel "I Remember You"

lagu-lagu Yui juga telah menjadi Original Soundtrack di Anime Bleach yaitu "Rolling Star" dan "Life".Dan aLbum kedua Yui pun dirilis "Can't Buy My Love" laku sebanyak 500 ribu keping.album ketiganya "I Loved Yesterday" dirilis pada tanggal 9 April 2008.Dan juga aLbum ke 4 yang berjudul My Short Stories yang dirilis pada tanggal 12 November 2008. Jeuga singel regular albumnya "Summer Songs" yang diliris sebelum album ke 4 pada bulan Juli.

Band Jepang

Kana-boon 


Pertama adalah dari musik yang diusung. Seperti yang kita ketahui, Jepang mempunyai begitu banyak musisi bertebaran dan mereka semua berbakat. Mungkin saat ini genre Favorit untuk format Band adalah J-rocks dan Visual Kei, Genre ini sudah populer hingga ke seluruh Dunia. Tapi uniknya di jepang adalah, Pecinta musik gak akan berhenti di satu Genre itu. Sebelumnya saya juga pernah mengangkat soal Band yang beraliran math-rock yaitu TRICOT. Lalu yang kita ketahui saat ini band yang disebut Modern Scene pun mulai bermunculan, berharap kesuksesan yang diperoleh band-band seperti ONE OK ROCK atau Fear And Loathing In Las Vegas yang juga dikategorikan sebagai Modern Scene. Lalu bagaimanakah dengan KANA-BOON?
KANA-BOON mempunyai Genre/Scene yang sebenarnya sudah pernah populer dulunya. Sekilas musik-musik mereka beraromakan Britpop/Britrock. Ya britpop, ini adalah genre dari Inggris yang populer sejak tahun 60an. Namun yang membuatnya unik adalah, genre ini bisa populer kembali di Jepang, dengan KANA-BOON yang konsisten mengusung genre ini dengan terpaan musik mainstream yang telah lebih dulu populer di telinga pecinta musik, adalah suatu pencapaian yang sangat menarik. Ini mungkin menunjukkan Telinga pecinta musik Jepang memang lebih terbuka terhadap Genre apapun.
Dan yang menarik perhatian bisa jadi adalah Penampilan dan Kreativitas mereka di Stage atau Music Video mereka.

MV dari lagu yang berjudul Naimono Nedari diatas sangat menarik dan dikemas dengan sangat kreatif. Awal mula melihat PV itu pasti akan muncul pertanyaan-pertanyaan seperti, “apa ini?”, “Kenapa Ada Orang Goreng Telur?”, “Oh, Vokalisnya Cewek.”. Untuk Pernyataan Terakhir adalah salah satu pengalaman saya saat melihat KANA-BOON, karakter vokal Taniguchi seakan fit dengan face model video klip itu, Dan pada akhir video saya mendapatkan twist yang mengejutkan, haha,, Memang Video ini dihiasi twist-twist yang menggelitik, Selain itu pula, para pemerannya yang tampil tanpa ekspresi pun semakin membuat penontonnya menantikan adegan apa yang akan terjadi selanjutnya. Hingga artikel ini ditulis video ini telah mecapai lebih dari 3 Juta kali  penayangan.

Di konser yang berlangsung sekitar 20 menit ini kita bisa merasakan nada-nada yang mungkin jarang ditemui di musik Jepang pada Umumnya. Yang bisa membuat mereka begitu terasa British tentu saja adalah warna musik mereka, warna musik? hal ini menyangkut teknis sound yang mereka hasilkan. Band dengan 4 personil tentu saja akan memaksimalkan suara Gitar dan Vokal sedangkan Drum dan Bass akan menjadi Dasar dari Irama musiknya. Dan di KANA-BOON pemegang Lead Guitar Hayato Koga memilih Sound yang unik untuk gitarnya, dengan gitar bermodel Les Paul, sound Vintage tentu saja sangat terasa di petikan gitarnya selain itu Koga memodifikasi gitarnya, dengan mengganti Pick-up (alat yang digunakan untuk menangkap getaran senar yang digunakan di gitar elektrik) dengan Single Coil (satu lapis pick-up, umumnya gitar Les Paul mempunyai Dua Lapis Pick-up atau yang biasa disebut Humbucker). Hal ini tentu saja dimaksudkan untuk mendapatkan gain yang sesuai dengan suara vintage saat mengisi part Ritmis. Dan sang vokalis Taniguchi, selain mempunyai karakter vokal yang unik (seperti yang saya sebutkan sebelumnya, saya  mengira itu suara Cewek), dia juga mengisi part Rhythm Guitar, dengan hanya menggunakan Gitar dengan Pick-up Humbucker pada Posisi Bridge guna mendapatkan Sound yang Bright ala Vintage Bristish. Penampilan vokalis ini pun mencerminkan gaya-gaya pelopor musik british pada tahun 60an seperti the Beatles contohnya.

Fakta Negeri Sakura

Beberapa fakta tentang Jepang 



Jepang, negeri SAKURA memang menyimpan banyak keunikan yang jadi ciri khas tersendiri. Dan mereka tidak malu untuk menjaga tradisinya (banding terbalik dengan rakyat Indonesia yang suka mencontek budaya luar). Berikut beberapa fakta tentang Negeri Sakura.

1. Di Jepang, angka “4″ dan “9″ tidak disukai, sehingga sering tidak ada nomer kamar “4″ dan “9″. “4″ dibaca “shi” yang sama bunyinya dengan yang berarti “mati”, sedang “9″ dibaca “ku”, yang sama bunyinya dengan yang berarti “kurushii / sengsara.

2. Orang Jepang menyukai angka “8″. Harga-harga barang kebanyakan berakhiran “8″. Susu misalnya 198 yen. Tapi karena aturan sekarang ini mengharuskan harga barang yang dicantumkan sudah harus memasukkan pajak, jadi mungkin kebiasaan ini akan hilang. 
(Pasar = Yaoya = tulisan kanjinya berbunyi happyaku-ya atau toko 800).

3. Kalau musim panas, drama di TV seringkali menampilkan hal-hal yang seram (hantu).

4. Cara baca tulisan Jepang ada dua style : yang sama dengan buku berhuruf Roman alphabet huruf dibaca dari atas ke bawah, dan yang kedua adalah dari kolom paling kanan ke arah kiri. Sehingga bagian depan dan belakang buku berlawanan dengan buku Roman alphabet (halaman muka berada di “bagian belakang”).

5. Tanda tangan di Jepang hampir tidak pernah berlaku untuk keperluan formal, melainkan harus memakai hanko/inkan/ cap. Jenis hanko di Jepang ada beberapa, a.l. jitsu-in, ginko-in, dan mitome-in. Jadi satu orang kadang memiliki beberapa jenis inkan, untuk berbagai keperluan. Jitsu-in adalah inkan yang dipakai untuk keperluan yang sangat penting, seperti beli rumah, beli mobil, untuk jadi guarantor, dsb. jenis ini diregisterkan ke shiyakusho. Ginko-in adalah jenis inkan yang dipakai untuk khusus membuat account di bank. inkan ini diregisterkan ke bank. Mitome-in dipakai untuk keperluan sehari-hari, dan tidak diregisterkan.

6. Kalau kita membubuhkan tanda tangan, kadang akan ditanya orang Jepang: ini bacanya bagaimana ? Kalau di Jepang saat diperlukan tanda tangan (misalnya di paspor, dsb.) umumnya menuliskan nama mereka dalam huruf Kanji, sehingga bisa terbaca dengan jelas. Sedangkan kita biasanya membuat singkatan atau coretan sedemikian hingga tidak bisa ditiru/dibaca oleh orang lain.

7. Acara TV di Jepang didominasi oleh masak memasak.

8. Fotocopy di Jepang self-service, sedangkan di Indonesia di-service.

9. Jika naik taxi di Jepang, pintu dibuka dan ditutup oleh supir. Penumpang dilarang membuka dan menutupnya sendiri.

10. Pernah nggak melihat cara orang Jepang menghitung “satu”, “dua”, “tiga”…. dengan jari tangannya ? Kalau agan-agan perhatiin, ada perbedaan dengan kebiasaan orang Indonesia. Orang Indonesia umumnya mulai dari tangan dikepal dan saat menghitung “satu”, jari kelingking ditegakkan. Menghitung “dua”, jari manis ditegakkan, dst. Kalau orang Jepang, setahu saya, kebalikannya. Mereka selalu mulai dari telapak tangan terbuka, dan cara menghitungnya kebalikan orang Indonesia. Saat bilang “satu”, maka jarinya akan ditekuk/ditutupkan ke telapak tangan. Kalo nggak percaya, coba deh… jikken dengan teman Jepang anda.

11. Sepeda tidak boleh dipakai boncengan, kecuali yang memboncengkannya berusia lebih dari 16 tahun dan anak yang diboncengkan berusia kurang dari satu tahun dan hanya seorang saja yang diboncengkan. Bila dilanggar, dendanya maksimal 20 ribu yen.

12. Kalo naik eskalator di Tokyo, kita harus berdiri di sebelah kiri, karena sebelah kanan adalah untuk orang yang terburu-buru. Jangan sekali-kali berdiri di kanan kalo kita ga langsung naik.

13. Pacaran di Jepang sungguh hemat, traktir2an bukan budaya pacaran Jepang. Jadi selama belum jadi suami-istri, siapin duit buat bayar sendiri-sendiri.

14. Nganter jemput pacar juga bukan budaya orang Jepang. Kalo mau ketemuan, ya ketemuan di stasiun.

15. Jangan pernah sekali-kali bilang ke orang jepang : “Gue maen ke rumah lu ya”. Karena 
itu dianggap ga sopan. Ke rumahnya cuma kalo udah diijinin.

16. “Aishiteru” yang berarti aku cinta kamu, jarang dipake sama orang pacaran, kecuali kalo mereka bener-bener udah mau nikah. Biasanya mereka make “Daisuke desu” buat ngungkapin kalo mereka sayang sama pacarnya.

17. Sebelum bepergian, biasanya orang Jepang selalu ngecek ramalan cuaca. Dan 90% ramalan cuaca itu akurat. Itu sebabnya kalo ada orang bawa payung, pasti kita bakal liat orang yang lainnya lagi bawa payung juga. Dan perempatan Shibuya adalah tempat yang paling menarik ketika hujan, karena dari atas kita akan melihat lautan payung yang berwarna-warni.

18. Bunga sakura adalah bunga yang spesial di Jepang, karena bunganya hanya tumbuh 2 minggu selama setahun. Ketika tumbuh, bunganya memenuhi seluruh pohon, tanpa daun. Setelah 2 minggu, ga ada satupun bunga sakura, yang ada hanyalah daun-daun hijau, tanpa bunga, dan jadi ga menarik lagi.

19. Di Indonesia, kita bakal dapet duit kalo kita ngejual barang bekas kita ke toko jual-beli. Tapi di Jepang, kita malah harus bayar kalo mau naro barang kita di toko jual-beli. Itulah sebabnya kenapa orang Jepang lebih milih ninggalin TV bekas mereka gitu aja kalo mo pindah apartemen.

20. Di perempatan jalan Kyoto, perempatan jalan yang kecil, ga ada mobil sama sekali, tapi ada lampu merah, pejalan kaki selalu berhenti ketika lampu tanda pejalan kaki menunjukkan warna merah. Mereka santai aja, baca koran, ngobrol, ngerokok, dan kemudian jalan lagi ketika lampu sudah hijau. Padahal ga ada mobil yang lewat satupun. Mungkin kalo mereka ngelanggar peraturan juga ga akan celaka.


21. Mereka ga percaya Tuhan (mayoritas atheis), tapi mereka bisa disiplin dan taat sama peraturan. Mungkin karena itu negara mereka maju.

Liburan di Tokyo

Liburan Musim Gugur di Tokyo

Jika Anda berencana menghabiskan liburan musim gugur di Tokyo, pergi berjalan-jalan ke taman adalah sesuatu yang harus dilakukan. Kota ini memiliki beberapa taman yang sangat cocok untuk menjadi spot bersantai sambil menikmati keindahan daun-daun dan udara musim gugur di Jepang. Berikut adalah tempat-tempatnya.

Ueno Park


Terletak dekat dengan Stasiun JR Ueno, Ueno Park menawarkan pemandangan musim gugur khas Jepang yang luar biasa. Di taman ini, Anda dapat melihat keindahan musim gugur dan pohon-pohon dengan daun berwarna hijau, kuning, dan merah.

Koishikawa Korakuen Garden


Koishikawa Korakuen Garden merupakan salah satu taman di Tokyo yang masih sangat dijaga sejak zaman Edo meskipun berada di kota modern. Di taman yang terletak dengan Tokyo Dome ini, Anda dapat bersantai sambil menikmati danau kecil dan warna daun yang berubah dengan cantik.


Meiji Jingu Gaien  


Setiap tahunnya, Meiji Jingu Gaien mengadakan Ichou Matsuri, festival musim gugur yang diadakan sekitar November hingga Desember. Di festival ini Anda dapat melihat daun pohon ginkgo yang berubah menjadi warna kuning keemasan dengan sangat indah. Jajaran pohon ginkgo akan nampak seperti terowongan emas.

Rikugien Garden


Rikugien Garden adalah taman tradisional Jepang yang pertama kali dibangun pada tahun 1702. Taman ini memiliki kolam buatan serta taman batu-batuan yang indah. Anda dapat melihat pepohonan berubah warna dengan indah, apalagi saat setelah senja.























sc : www.panorama-tours.com


Musim di Jepang

Musim di Jepang 

Jepang adalah negara yang memiliki empat musim. Jangka antara ke 4 musim tersebut adalah 3 bulan. 4 Musim di Jepang tersebut adalah Musim Semi (Spring, Haru, ), Musim Panas (Summer, Natsu,), Musim Gugur (Autumn, Aki, ), dan Musim Dingin (Winter, Fuyu, ).


1. Musim Semi (Autumn, Haru,)





 Berlangsung dari bulan Maret sampai Mei (Pertengahan Juni).

·         Ada kebiasaan orang Jepang untuk melihat dan berpiknik dibawah bunga sakura yang dinamai Hanami. Kyoto adalah salah satu kota yang paling sering dikunjungi pada saat musim Semi dan sakura bermekaran. Selain itu kastil-kastil kuno atau oshiro serta otera (kuil budha) dan jinja (kuil Shinto) juga menjadi objek wisata karena udara yang hangat setelah musim dingin membuat orang senang berjalan jalan di udara terbuka.

·       Puncak musim semi disebut setsubun no hi (20 maret)

·         Di penghujung musim semi, sebelum memasuki musim panas, terjadi musim hujan atau tsuyu terlebih dahulu. Tsuyu berlangsung dari pertengahan Juni sampai Juli. Tsuyu bukanlah musim yang menyenangkan, karena hampir setiap hari hujan dan udara sangat lembab sehingga makanan mudah rusak.


2. Musim Panas (Summer, Natsu, )




·         Berlangsung dari bulan Juni sampai Agustus.

·         Puncak musim panas disebut Geshi (23 Juli)
·         Liburan musim panas biasanya tanggal 20 Juli - 31 Agustus. Musim panas merupakan musim yang menyenangkan karena kita dapat bermain dan berenang di Pantai.Namun ada juga orang Jepang yang karena tinggal di daerah panas, berlibur ke daerah dingin seperti Hokkaido.
·         di Kota besar yang penuh bangungan beton dan gedung tinggi, suhu udara bisa mencapai 40 derajat celcius
·         Perayaan musim panas diantaranya Obon (11 Agustus), dan Hanabi (Melihat kembang api)


3. Musim Gugur (Autumn,Aki, )



·         Berlangsung dari bulan September sampai November/Desember 2011.

·         Musim gugur merupakan saat-saat daun memerah lalu berguguran. Musim ini juga merupakan masa panen aneka jenis tanaman pangan termasuk buah2xan. Jika ingin melihat Momiji dan menikmati alam sambil berolahraga jalan maka bisa datang ke Kyomizudera di Kyoto.
·
·         Puncak musim gugur disebut Shubun no Hi (23 September)

·         Perayaan di musim gugur diantaranya : Tsukimi (melihat bulan purnama) biasanya tanggal 25 september dan 23 oktober. Jidai (Festival Jaman) yang merupakan festival terbesar di Kyoto pada 22 oktober.


4. Musim Dingin (Winter,Fuyu,)



·         Berlangsung pada bulan Desember sampai Februari

·         Karena Jepang terletak memanjang dari Utara ke Selatan, maka perbedaan suhu cukup jelas antara Hokkaido di ujung utara dan Okinawa di ujung selatan. Sehingga tidak semua wilayah di Jepang tertutup salju.

·         Puncak musim dingin disebut Doji (20 Januari)

·         Perayaan musim dingin diantaranya : Oshogatsu (perayaan tahun baru), pada 1 Januari; Seijin no Hi (perayaan orang dewasa pada 10 Januari)