Kana-boon
Pertama adalah dari musik yang diusung. Seperti yang kita ketahui, Jepang mempunyai begitu banyak musisi bertebaran dan mereka semua berbakat. Mungkin saat ini genre Favorit untuk format Band adalah J-rocks dan Visual Kei, Genre ini sudah populer hingga ke seluruh Dunia. Tapi uniknya di jepang adalah, Pecinta musik gak akan berhenti di satu Genre itu. Sebelumnya saya juga pernah mengangkat soal Band yang beraliran math-rock yaitu TRICOT. Lalu yang kita ketahui saat ini band yang disebut Modern Scene pun mulai bermunculan, berharap kesuksesan yang diperoleh band-band seperti ONE OK ROCK atau Fear And Loathing In Las Vegas yang juga dikategorikan sebagai Modern Scene. Lalu bagaimanakah dengan KANA-BOON?
KANA-BOON
mempunyai Genre/Scene yang sebenarnya sudah pernah populer dulunya. Sekilas
musik-musik mereka beraromakan Britpop/Britrock. Ya britpop, ini adalah genre
dari Inggris yang populer sejak tahun 60an. Namun yang membuatnya unik adalah,
genre ini bisa populer kembali di Jepang, dengan KANA-BOON yang konsisten
mengusung genre ini dengan terpaan musik mainstream yang telah lebih dulu
populer di telinga pecinta musik, adalah suatu pencapaian yang sangat menarik.
Ini mungkin menunjukkan Telinga pecinta musik Jepang memang lebih terbuka
terhadap Genre apapun.
Dan
yang menarik perhatian bisa jadi adalah Penampilan dan Kreativitas mereka di
Stage atau Music Video mereka.
MV
dari lagu yang berjudul Naimono Nedari diatas sangat menarik dan dikemas dengan
sangat kreatif. Awal mula melihat PV itu pasti akan muncul pertanyaan-pertanyaan
seperti, “apa ini?”, “Kenapa Ada Orang Goreng Telur?”, “Oh, Vokalisnya Cewek.”.
Untuk Pernyataan Terakhir adalah salah satu pengalaman saya saat melihat
KANA-BOON, karakter vokal Taniguchi seakan fit dengan face model video klip
itu, Dan pada akhir video saya mendapatkan twist yang mengejutkan, haha,,
Memang Video ini dihiasi twist-twist yang menggelitik, Selain itu pula, para
pemerannya yang tampil tanpa ekspresi pun semakin membuat penontonnya
menantikan adegan apa yang akan terjadi selanjutnya. Hingga artikel ini ditulis
video ini telah mecapai lebih dari 3 Juta kali penayangan.
Di konser yang berlangsung sekitar 20 menit ini kita bisa merasakan
nada-nada yang mungkin jarang ditemui di musik Jepang pada Umumnya. Yang bisa
membuat mereka begitu terasa British tentu saja adalah warna musik mereka,
warna musik? hal ini menyangkut teknis sound yang mereka hasilkan. Band dengan
4 personil tentu saja akan memaksimalkan suara Gitar dan Vokal sedangkan Drum
dan Bass akan menjadi Dasar dari Irama musiknya. Dan di KANA-BOON pemegang Lead
Guitar Hayato Koga memilih Sound yang unik untuk gitarnya, dengan gitar
bermodel Les Paul, sound Vintage tentu saja sangat terasa di petikan gitarnya
selain itu Koga memodifikasi gitarnya, dengan mengganti Pick-up (alat yang digunakan
untuk menangkap getaran senar yang digunakan di gitar elektrik) dengan Single
Coil (satu lapis pick-up, umumnya gitar Les Paul mempunyai Dua Lapis Pick-up
atau yang biasa disebut Humbucker). Hal ini tentu saja dimaksudkan untuk
mendapatkan gain yang sesuai dengan suara vintage saat mengisi part Ritmis. Dan
sang vokalis Taniguchi, selain mempunyai karakter vokal yang unik (seperti yang
saya sebutkan sebelumnya, saya mengira itu suara Cewek), dia juga mengisi
part Rhythm Guitar, dengan hanya menggunakan Gitar dengan Pick-up Humbucker
pada Posisi Bridge guna mendapatkan Sound yang Bright ala Vintage Bristish.
Penampilan vokalis ini pun mencerminkan gaya-gaya pelopor musik british pada
tahun 60an seperti the Beatles contohnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar